beritadunesia-logo

Sportnesia



Pele, Sang Legenda yang Terlupakan..

Senin,2014-06-23,09:09:01
Legenda Brasil Pele | Reuters/Paulo Whitaker
(Berita Dunesia) Rio De Janeiro - Pele, legenda sepak bola yang menjadi ikon sukses Brasil di Piala Dunia, tampaknya terlupakan. Bahkan, Pele tidak diundang saat acara pembukaan Piala Dunia 2014 di Stadion Corinthians, Sau Paulo pada 12 Juni lalu.

Ironisnya, rumahnya di kawasan Santos tidak terlalu jauh dari stadion yang menjadi markas klub papan atas Corinthians itu. Saat upacara pembukaan yang dihadiri Presiden Brasil Dilma Roussef dan belasan kepala negara itu, Pele yang berjasa mengantar Brasil juara dunia tiga kali, ternyata sedang terjebak kemacetan di pusat kota Sao Paulo.

"Ini adalah untuk kedua kalinya saya mendengar siaran pertandingan Brasil di Piala Dunia melalui radio, pertama pada 1950 dan sekarang ini," kata Pele seperti yang dikutip televisi Globo.

Pele yang sekarang berusia 73 tahun dan diangkat sebagai duta kehormatan saat persiapan Piala Dunia 2014, juga punya banyak pengagum di luar negeri. Pekan lalu, sebuah museum yang dibangun khusus untuk mengenang jasa-jasanya, diresmikan di kota pantai Santos, markas klub yang pernah dibelanya.

Namun, saat berlangsungnya Piala Dunia 2014, Pele justru lebih banyak tampil di iklan televisi untuk pasar swalayan, makanan cepat saji dan produk shampoo. Yang cukup mengherankan adalah keputusan panitia yang menunjuk supermodel Brasil Gisele Bundchen untuk menyerahkan piala kepada tim pemenang di Rio de Janeiro pada 13 Juli mendatang.

"Saya merasa aneh saja," kata Rodrigo Andrade, 27, seorang pastor asal Sao Paulo yang berkunjung ke Museum Pele itu. "Saya kira semua orang yang datang dari luar Brasil tidak hanya ingin menyaksikan Piala Dunia, tetapi juga ingin melihat Pele".

Pele tidak berhasil dihubungi untuk dimintai komentarnya dan tim publikasinya juga tidak memberikan penjelasan atas permintaan AFP. Guilherme Guarche, sejarawan dari Memorial das Conquistas, museum klub Santos FC, menduga bahwa Pele terlibat perselisihan dengan FIFA, organisasi tertinggi sepak bola.

"Itu tergantung pada pembicaraan antara Pele dan FIFA. Kami tidak tahu apa yang terjadi di antara mereka, mengapa dia tidak muncul. Itu urusan FIFA," katanya.

Tetapi seorang sejarawan dan sekaligus wartawan Marcos Guterman mengatakan bahwa citra Pele sebagai pribadi secara perlahan mulai meredup di Brasil, di tengah pergolakan sosial masyarakat.

"Masyarakat di sini tidak terlalu peduli dengan Pele, berbeda dengan orang asing," kata Guterman, pengarang buku "Sepak Bola Menjelaskan Brasil". "Pele memang simbol dari kebesaran sepak bola Brasil, tapi ia adalah bagian dari masa lalu," katanya.
Berita Terkait
WIAPEDIA
Fitrafood
REAFO

GFS