beritadunesia-logo

Provinsi Sulawesi Tengah

logoNama Resmi : Kabupaten Banggai
Ibukota : Luwuk
Luas Wilayah: 3.160,46 Km2
Jumlah Penduduk:  284.275 Jiwa
Wilayah Administrasi:Kecamatan : 8
Bupati :  H. M. SOFHIAN MILE, SH
Wakil Bupati: Ir. H. HERWIN YATIM, MM
Alamat Kantor: Jl. Jend. No. 12, Luwuk - Sulawesi Tengah
Telp. (0461) 21017
Fax.


Kabupaten Banggai adalah salah satu Daerah Tingkat II di provinsi Sulawesi Tengah, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Luwuk. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 3.160,46km² dan berpenduduk sebanyak 284.275 jiwa (Data BPS tahun 2004).
Ahli entomologi Belanda Alfred Russel Wallace menggolongkan Pulau Sulawesi dengan Kabupaten Banggai di dalamnya, berbeda flora dan fauna dengan pulau-pulau lain di Indonesia, seperti Jawa, Sumatera atau Irian Jaya. Salah satu obyek wisata di Kabupaten Banggai adalah Suaka Margasatwa Bangkiriang. Areal seluas 3.500 hektar dengan jarak 56 kilometer dari Luwuk, adalah tempat perlindungan bagi Burung Maleo. Jenis unggas berukuran lebih kecil dari ayam biasa, dan memiliki cara bertelur mirip penyu ini, diperlakukan khusus oleh masyarakat setempat. Tiap tahunnya, khususnya tiap panen telur Maleo, mereka selalu mengadakan upacara Tumpe demi menghindari diri dari kutukan wabah penyakit. Acara-acara seperti itu tentunya sangat unik sebagai daya tarik wisata. Tempat wisata andalan lainnya adalah; Suaka Marga Satwa Patipati, Panorama Alam Salodik, Pulau Bandang, Pantai Kilometer 5, Air Terjun Hanga-Hanga, Lombuyan (suaka marga-satwa bagi Anoa), Pulau Tikus yang terkenal dengan pasir putihnya, dan banyak lagi lainnya
Kabupaten Banggai dulunya merupakan bekas Kerajaan Banggai yang meliputi wilayah Banggai daratan dan Banggai Kepulauan. Pada tahun 1999, Kabupaten Banggai dimekarkan menjadi Kabupaten Banggai dan Kabupaten Banggai Kepulauan.
Kabupaten Banggai merupakan salah satu Kabupaten di Sulawesi Tengah yang memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah, baik berupa hasil laut (ikan, udang, mutiara, rumput laut, dsb), aneka hasil bumi (kopra, sawit, coklat, beras, kacang mente, dsb) dan hasil pertambangan (nikel yang sedang dalam taraf eksplorasi) dan gas (Blok Matindok dan Senoro)