beritadunesia-logo

Provinsi Kepulauan Riau

logoNama Resmi : Tanjung Pinang
Ibukota : Tanjung Pinang
Luas Wilayah: 239.5 km²
Jumlah Penduduk: 192.493 Jiwa
Wilayah Administrasi:Kecamatan : 4
Walikota : H. Lis Darmansyah, SH
Wakil Walikota  : H. Syahrul, S.Pd
Alamat Kantor : Jl. Agus Salim No. 2, Dumai - Riau
Telp. (0771) 22865
Fax.

Website : tanjungpinangkota.go.id

SEJARAH

Tanjungpinang yang terletak di Pulau Bintan pernah menjadi pusat Kerajaan Melayu Riau-Johor-Pahang-Lingga, Pertama sekali dibuka di hulu sungai carang pada 1673. Pucuk pimpinan kerajaan Johor-Riau berganti menurut adat kerajaan. Zuriat sulthan, Tengku sulaiman, 4 Oktober 1722 dilantik menjadi Sultan Riau-Johor, bergelar sultan Sulaiman Badrul Alamsyah. Dilantik pula Yang Dipertuan Muda Riau I, Daeng Marewah.
Semasa Kerajaan Riau-Johor dipimpin Yang Dipertuan Muda IV, Raja Haji, terjadi pertempuran laut disekitar Tanjungpinang dengan VOC-Belanda, 6 Januari 1784. Belanda kalah. Pertempuran itu, disebut Perang Riau. Kerajaan ini, terakhir berkedudukan di Pulau Penyengat, 13 Januari 1913.
Setelah Indonesia merdeka, Tanjungpinang menjadi pusat Daerah Bagian Kepulauan Riau, diperintah Dewan Riau (Residen Riau), tahun 1949 – 18 Maret 1950. Residen ini membawahi 4 kabupaten, yaitu kepulauan riau, kampar, bengkalis dan indragiri, pada 8 Mei 1950, Kepulauan riau menjadi Kabupaten, Provinsi Sumatra Tengah.
Ketika Provinsi Riau terbentuk UU No. 19 Tahun 1957, Tanjungpinang menjadi Ibu Kotanya.Namun keputusan Mendagri No.52/1/44-45, tanggal 20 Januari 1959, ibu kota dipindahkan ke Pekanbaru, Tanjungpinang menjadi ibukota Kabupaten Daerah Tk. II Kepulauan Riau.
Pada 14 Mei 1980 Bupati mengusulkan kepada Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Riau, agar Tanjungpinang menjadi Kota Administratif. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No.31 Tahun 1983, tanggal 18 Oktober 1983, Tanjungpinang menjadi Kota Adminstratif.
Ketika Drs. M. Sani menjadi Walikota Adminsitratif Tanjungpinang, ditetapkan Hari Jadi Kota Tanjungpinang, tanggal 6 Januari 1784 / 29 Muharam 1204. Tahun 1997 Presiden RI mengangkat raja Ali Haji menjadi Pahlawan Nasional.
Drs. Hj. Suryatati A. Manan selaku Walikota Administratif Tanjungpinang, bersama Bupati Kepulauan Riau H. Abdul Manan Saiman dan sejumlah tokoh dari berbagai elemen masyarakat berupaya mewujudkan Tanjungpinang menjadi Kota Otonom.
”Saya punya tanggung jawab menyelamatkan kelangsungan kota. Bagaimana perasaan masyarakat Tanjungpinang dan bahkan riau kala itu, kalau sebuah kota Adminsitratif, namun akhirnya kembali menjadi tingkat kecamatan. Karena itu, kita bersama tokoh masyarakat lainnyaberjuang agar kota ini menajdi koto otonom”. Kenang Tatik yang dikenal sebagai walikota yang penyair itu.
Kota Tanungpinang akhirnya terbentuk berdasarkan Undang – Undang Nomor 5 Tahun 2001 dengan Surtayati A. Manan menajdi penjabat (caretaker) Walikota Tanjungpinang (2001- 2002).
Pasangan Suryatati A. Manan dan Drs. H. Wan Izhar Abdullah terpilih sebagai Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang periode 2003 – 2007, Pada 5 Desember 2007, Tatik kembali terpilih Sebagai Walikota dan Edwar Mushalli sebagai Wakil Walikota.
Pada awal pemerintahan Kota Tanjungpinang, berbagai bidang dibenahi, diantaranya pembuatan logo / lambang, motto dan slogan Kota Tanjungpinang. Slogan itu adalah ”Jujur Bertutur Bijak Berindak” dan Slogan Gurindam (gigih, unggul, rapi, indah, nyaman, damai, aman, dan manusiawi).
Penamaan itu sesuai dengan visi Kota Tanjungpinang ” Terwujudnya Kota Tanjungpinang sebagai Pusat Kebudayaan Melayu, Pariwisata Industri Perdagangan dan Pelayanan Jasa di Kawasan Riau Kepulauan pada Tahun 2020”.
”Alhamdulillah, sejak Kota ini berdiri sebagai kota otonom, keberhasilan pembangunan sudah diakui berbagai lembaga. Berbagai penghargaan pun sudah di peroleh, baik lokal, nasional, bahkan internasional” kata Tatik.
Tanjungpinang Kota Gurindam negeri pantun memberi kesan bahwa kota ini penuh sejarah, benda cagar budaya, situs, alam, dan lainnya yang mempesona. Dengan kesan itulah dapat menarik wisatawan, baik nusantara maupun mancanegara untuk berkunjung ke Kota Tanjungpinang.
Kota yang sejak 2004 menajadi Ibukota Provinsi Kepulauan Riau ini sangat terbuka nagi Investor untuk berinvestasi dalam bebagai bidang terutama kepariwisataan.