beritadunesia-logo

Provinsi Kalimantan Tengah

 Nama Resmi : Kabupaten Lamandau

Ibukota : Nanga Bulik

Luas Wilayah: 6.414 Km2

Jumlah Penduduk:  52.165 Jiwa

Wilayah Administrasi:Kecamatan : 3 
   
Bupati :  Ir. MARUKAN

Wakil Bupati : Drs. H. SUGIYARTO

Alamat Kantor: Jalan Y.C Rangkap di Nanga Bulik
Telp. 0532 - 2071020
Fax. 0532 - 2071078
 
Sejarah

Kabupaten Lamandau merupakan bekas Wilayah Kawedanan Bulik yang terdiri dari  Kecamatan Bulik, Kecamatan Lamandau dan Kecamatan Delang. Pembentukan Kabupaten Lamandau diawali dengan pertemuan Pemerintah Daerah Kabupaten Kotawaringin Barat dengan camat serta tokoh masyarakat se-Kabupaten Kotawaringin Barat di Aula Kantor Bupati Kotawaringin Barat pada tanggal 3 Nopember 1999, yang mensosialisasikan rencana Pemerintah Kotawaringin Barat untuk memekarkan Kabupaten Kotawaringin Barat. Pada pertemuan tersebut dihadiri antara lain oleh unsur masyarakat dan pemerintah Kecamatan Bulik, Lamandau dan Delang.
Secara khusus dapat dicatat, bahwa utusan-utusan dari :
 
1.  Kecamatan Bulik
     1.1.    Nubari B. Punu (Camat Bulik)
     1.2.    H. Arsyadi Madiyah (Tokoh Masyarakat)
     1.3.    Dharmawi Juahir (Tokoh Masyarakat)
 
2.  Kecamatan Delang
     Kecamatan Delang diwakili oles Drs. Kardinal selaku Camat Delang.
 
3.  Kecamatan Lamandau
     Kecamatan Lamandau diwakili oleh Silas Kadongkok, BA selaku Camat Lamandau.
 
Pada tanggal 10 Nopember 1999, atas prakarsa Drs. Nahson Taway, para tokoh masyarakat yang berasal dari Kecamatan Bulik, Kecamatan Lamandau dan Kecamatan Delang mengadakan pertemuan di Pangkalan Bun. Hasilnya adalah mengusulkan (melalui surat) kepada DPRD Kabupaten Kotawaringin Barat, Bupati Kotawaringin Barat, DPRD Propinsi Kalimantan Tengah dengan Gubernur Kalimantan Tengah agar wilayah bekas Kawedanan Bulik (Bulik, Lamandau dan Delang) disatukan menjadi KABUPATEN LAMANDAU dengan mendasarkan / melampirkan hasil studi kualitatif pembentukan Kabupaten Lamandau yang ditulis oleh ke-empat penulis di atas. Adapun penanda tangan usul / surat sebanyak 8 (delapan) orang atas nama Masyarakat Pedalaman Kotawaringin Barat yaitu  : CS Phaing, Drs. Nahson Taway, Drs. Don F. Ringkin, Harigano Ringkas, Mus Ringin, Sama D. Mamud, Tommy H. Brahim dan Helkia Penyang.
 
Pada tanggal 20 Nopember 1999 beberapa tokoh masyarakat yang tergabung dalam Forum Komunikasi Masyarakat Pedalaman (FKMP) Kecamatan Bulik yaitu H. Muklisin, H. Arsyadi Madiyah, Andreas Nahan, Dharmawi Juahir dan Thedan Usith mengumpulkan dan mengadakan pertemuan dengan tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda.
Pada pertemuan tersebut dihadiri pula  oleh Tommy H. Brahim (anggota DPRD Kotawaringin Barat) sebagai salah satu penandatangan surat usul pembentukan Kabupaten Lamandau tertanggal 10 Nopember 1999 tersebut di atas. Dari hasil pertemuan tanggal 20 Nopember tersebut dilakukan jajak pendapat (polling) dari tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, cendikiawan dan para pemerhati di Kecamatan Bulik dengan 3 (tiga) alternatif pilihan yaitu  :
 
1.  Setujukah anda bergabung dengan Kabupaten Sukamara ?
2.  Setujukah anda apabila kita tetap bergabung dengan Kabupaten Kotawaringin Barat ?
3.  Setujukah anda pemekaran dengan Nanga Bulik sebagai Ibukota Kabupatennya ?
 
Hasil polling saat itu ternyata menunjukan 97,36 % setuju dengan pilihan yang ke-3 yaitu mengusulkan pembentukan kabupaten sendiri. Dari hasil polling inilah yang kemudian mendasari gerak dan langkah perjuangan pembentukan Kabupaten Lamandau di tingkat lokal Kecamatan Bulik, Delang dan Lamandau di samping dukungan para tokoh yang berada di luar daerah.
 
Ketika Gubernur Kalimantan Tengah yang diwakili oleh Bapak Rapiudin Hamarung bersama dengan Bupati Kotawaringin Barat beserta pejabat pemerintah lainnya berkunjung ke Nanga Bulik pada tahun 2000, masyarakat Kecamatan Bulik, Lamandau dan Delang kembali menyatakan sikap secara utuh agar ke-3 Kecamatan tersebut digabung dalam Kabupaten Lamandau.
 
Tanggal 15 Oktober 2001, mengikuti expose Bupati Kotawaringin Barat di Hotel Wisata Jakarta di Depan Team Independen Ditjen PUOD Depdagri bersama Ketua DPRD Kotawaringin Barat Bapak TA. Zailani dan DPRD I Propinsi Kalimantan Tengah yaitu :
 
1.  Bapak San Warman
2.  Bapak Ir. Kemal Masri
 
Peserta / utusan expose yaitu :
 
1.  Drs. Daud Juanda (Ass. I Setda Kotawaringin Barat)
2.  Drs. Wahyudi, M.Si (Bappeda Kotawaringin Barat)
 
Adapun perwakilan dari P3KL yaitu :
 
1.  Mozes Pause, SH
2.  H. Muelisin
3.  Tommy H. Brahim
4.  Andreas Nahan, S.IP.
5.  H. Arsyadi Madiah
6.  H. Burhan
7.  Drs. Frans Evendi
 
Hasil expose di Jakarta tersebut disosialisasikan kepada masyarakat Kecamatan Bulik, Kecamatan Lamandau dan Kecamatan Delang pada tanggal 5 Pebruari 2002 di Nanga Bulik.
 
Pengesahan Undang-undang Nomor 5 Tahun 2002 tentang Pemekaran Kabupaten di Propinsi Kalimantan Tengah di Jakarta dihadiri oleh unsure P3KL yang terdiri dari :
 
1.  Drs. Iba Tahan, MS
2.  H. Arsyadi Madiyah
3.  Idar Y. Kunum
4.  H. Burhan
5.  Ibramsyah Amran
6.  Dharmawi Juahir
7.  Subandi
8.  Vincentus Huang
9.  Drs. Frans Evendi
10. Imannuel Gerson
11. Luyen. K
12. Evendi Buhing
 
Acara pelantikan Penjabat Bupati Lamandau atas nama Drs. Regol Cikar oleh Gubernur Kalimantan Tengah atas nama Menteri Dalam Negeri di depan Sidang Paripurna DPRD Propinsi Kalimantan Tengah di Palangka Raya dilakukan pada tanggal 8 juli 2002.
 
Pada tanggal 12 Juli 2003 aktivitas Kantor Bupati yang beralamat di Jalan Tjilik Riwut No. No. Nanga Bulik (eks. Kantor Camat Bulik) mulai dibuka dengan jumlah personil pelaksana sebanyak 5 (lima) orang atas dasar Instruksi Penjabat Bupati Lamandau. Kelima orang tersebut adalah  :
 
1.  Andreas Nahan, S.IP
2.  Ganti P. Kanisa. SSTP
3.  H. Arsyadi Madiah
4.  Abdul Rasyid
5.  Cahyono
6.  Drs. Kardinal
7.  Triadi EJ, S.STP
 
Setelah melalui proses yang cukup panjang, akhirnya Kabupaten Lamandau dapat terbentuk. Karenanya pada tanggal 4 Agustus 2002 dilaksanakan acara syukuran Kabupaten Lamandau yang dihadiri oleh Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Bupati Kotawaringin Barat dan Masyarakat Kabupaten Lamandau dengan mengambil tempat di Bundaran Baru Bukit Hibul yang merupakan rencana areal perkantoran Kabupaten. Dalam acara tersebut sekaligus dilakukan penerimaan hibah dari masyarakat Nanga Bulik seluas 350 hektar untuk perluasan areal perkantoran tersebut.
 
Demikian sekilas perjalanan pembentukan Kabupaten Lamandau yang dapat kami sampaikan dengan sederhana dan ringkas. Semoga dapat memberikan gambaran kepada para pembaca bagaimana proses pembentukan Kabupaten Lamandau secara tepat. Apabila ada saran dan data yang mendukung untuk bahan penyusunan sejarah pembentukan Kabupaten Lamandau dapat disampaikan kepada kami demi lebih sempurnanya catatan sejarah tersebut.