beritadunesia-logo

Provinsi Jawa Timur

http://2.bp.blogspot.com/-sp9jvuxT6O8/Vbm0qLwhsPI/AAAAAAAAEx0/Sl_eOB01s64/s1600/Logo%2BKota%2BPasuruan%2B%257E%2Bwww.kuwarasanku.blogspot.com%2B%25285%2529.jpgNama Resmi : Kota Pasuruan
Ibukota : Pasuruan
Walikota : Drs. H. Setiyono, M.Si.
Wakil Walikota : Raharto Teno Prasetyo
Luas Wilayah : 36.56 km2
Jumlah Penduduk :  186.262 jiwa
Wilayah Administrasi : Kecamatan : 4
Alamat Kantor : Jl. Hayam Wuruk No. 54 Pasuruan
T : (0343) 421032, 424344
F : (0343) 425697
W : http://www.pasuruankota.go.id/

 

 

Sejarah

Pasuruan berada di jalur utama Surabaya - Banyuwangi. Kota pasuruan memiliki luas 35,86 Km2 berbatasan dengan Selat Madura di sebelah utara, serta kabupaten Pasuruan disebelah timur, selatan, dan barat. Pasuruan dapat ditempuh dari Surabaya menggunakan bus dalam waktu 1 jam, dan juga dapat ditempuh dari Malang menggunakan bus dalam waktu 1 jam.

Kota ini juga memiliki stasiun kereta api lintas timur Surabaya-Jember-Banyuwangi. Kereta api yang singgah di Pasuruan diantaranya: Mutiara Timur (Surabaya Gubeng-Banyuwangi Baru), Logawa (Purwokerto/Cilacap-Surabaya Gubeng-Jember), dan Sri Tanjung (Yogya Lempuyangan-Surabaya Gubeng-Banyuwangi Baru).

Tahun 1671 – 1686 Pasuruan dibawah pemerintahan Bupati Onggo Djojo yang berasal dari keturunan Kyai Brondong, yang kemudian mendapatkan perlawanan dari Untung Suropati, sehingga melarikan diri ke Kota Surabaya. Tahun 1686 – 1706 Pasuruan dibawah pemerintahan Djoko Untung Suropati dengan gelar Adipati Wironegoro.

Tahun 1706 akhir kekuasaannya menghadapi perang melawan VOC di Bangil dan beliau mengalami luka berat hingga meninggal, sampai saat ini makamnya tidak diketahui tempatnya, namun bias diketahui adanya petilasan berupa gua sebagai tempat persembunyiannya sewaktu dikejar tentara VOC di pedukuhan mancilan Desa Pohjentrek Kecamatan Purworejo Kota Pasuruan.

Tahun 1706 – 1743 Putera Djoko Untung Suropati yang bernama Rahmat menggantikan kedudukan ayahnya dan meneruskan perjuangannya sampai gugur dalam pertempuran melawan VOC .

Tahun 1743 Darmoyudo IV bernama Wongso Negoro Niti Negoro sebagai pengganti Rahmat, sejak itu VOC dapat menguasai pantai utara pulau Jawa termasuk Pasuruan.

VOC menganggap Kota Pasuruan sebagai Kota Bandar karena keberadaan pelabuhannya untuk sarana transportasi perdagangan, akhirnya Belanda mengadakan kegiatan perekomonian dengan mendirikan pabrik gula disekitar Pasuruan.

Bukti lain menyebutkan bahwa sejarah Kota Pasuruan dianggap penting oleh Ahli Belanda dengan dibentuknya Staatgementee Van Pasuruan pada Juli 1916 dan ditetapkannya sebagai Pelabuhan Pasuruan sejak tahun 1926 stbl.1926 Nomor 521 dengan perubahan Stbl 1926 nomor 426.

Tanggal 14 Agustus 1950 menjadi daerah Otonom yang terdiri dari 19 Desa dalam 1 Kecamatan Tanggal 21 Desember 1982 Kotamadya Pasuruan diperluas menjadi 3 Kecamatan dengan 19 Kelurahan dan 15 Desa.