PMI Banten dorong kesadaran masyarakat berdonor darah
Jumat,2015-11-27,08:34:36
(Berita Dunesia) Serang - Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Banten
terus berupaya mendorong kesadaran masyarakat terutama kalangan muda
untuk melakukan donor darah.
Ketua PMI Banten Ratu Chasanah di Serang, Kamis mengatakan, PMI
Banten terus mendorong kesadaran masyarakat untuk menumbuhkan jiwa
kemanusiaan dengan melakukan donor darah. Mengingat kesadaran masyarakat
untuk mendonorkan darah secara sukarela di Provinsi Banten masih sangat
kurang, sehingga perlu upaya peningkatan.
"Jumlah darah yang diperoleh Unit Donor Darah (UDD) PMI
kabupaten/kota se-Banten pada Tahun 2014 sebanyak 137.796 kantong
darah," kata Ratu Tatu dalam sosialisasi donor darah sukarela dengan
tema "Yang Muda Saatnya Berdonor Darah" di Markas PMI Banten.
Mengingat kebutuhan darah masih belum seimbang dengan kemampuan
PMI untuk menyediakan darah tersebut, pihaknya mengajak seluruh unsur
instansi, lembaga dan masyarakat untuk melakukan sosialiasi pentingnya
donor darah dalam upaya meningkatkan pendonor darah, sehingga tidak ada
lagi masyarakat yang tidak terpenuhi kebutuhan darahnya.
"Melalui sosialisasi ini diharapkan masyarakat memahami mengenai
prosedur pada unit tranfusi darah serta meningkatnya kesadaran untuk
berdonor darah," katanya.
Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat untuk secara
sukarela melakukan donor darah, PMI Banten juga akan mengutus empat
orang pendonor darah sukarela untuk menerima penghargaan Satya lencana
Kebaktian Sosial dari Presiden RI yang diterima pada 11 Desember 2015.
Sementara itu Direktur PMI Kota Tangerang dr David H Sidabutar
mengatakan, dari tujuh UDD yang ada di Banten saat ini, baru sekitar 47
sampai 50 persen memenuhi kebutuhan darah di seluruh Provinsi Banten.
Mengingat dari jumlah 11 juta penduduk Banten saat ini baru sekitar 2
persen atau sekitar 220 ribu kantung darah rata-rata setiap tahunnya.
"Pendonor darah sulit dicari karena sosialisasi yang kurang. Stok
yang ada itupun hanya memenuhi untuk kebutuhan 10 bulan saja," kata
David.
Pihaknya mengajak masyarakat Banten untuk secra sukarela
melakukan donor darah melaui Unit Donor darah (UDD) yang ada di
daerahnya masing-masing. Upaya tersebut penting dilakukan untuk membantu
masyarakat lain yang membutuhkan darah.
"Selama ini PMI tidak menjual darah kepada masyarakat yang
membutuhkan. Hanya memang ada biaya pengganti pengolahan darah atau BPPD
namanya, karena proses pengolahannya membutuhkan alat yang harus dibeli
oleh PMI," kata Davis.
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2015