Jamu Sundal padukan rasa tradisional dan modern
Kamis,2015-12-17,07:12:49
(Berita Dunesia) Jakarta - Jamu dalam kemasan kini sedang menjadi tren,
namun Jamu Sundal mencoba hal yang berbeda dengan memadukan rasa
tradisional dan modern tanpa melupakan khasiat untuk kesehatan.
"Isi campurannya fusion, lebih modern," kata Andrea van Barthold, salah satu pendiri Jamu Sundal.
Meski berkonotasi negatif, nama Sundal dipilih semata-mata karena terdengar
"catchy" di telinga dan mudah diingat.
Andrea
bersama kedua temannya, Marcelia Yovian Djong dan Elisabeth Vania Lee,
membuat Jamu Sundal berdasarkan resep warisan dari nenek Andrea yang
berasal dari Belanda, namun pernah berkecimpung di bidang kuliner saat
tinggal di Jawa.
Tidak seperti jamu tradisional, mendiang
neneknya kerap menambahkan bahan lain seperti lemon dan delima untuk
campuran beras kencur atau kunyit asam. Campuran tersebut diharap dapat
menarik mereka yang tidak suka rasa pahit agar mau mencoba jamu.
Mereka
juga memasukkan sedikit ekstrak soda yang membuat jamu terasa lebih
modern. "Rasanya lebih seperti lemon tea," ujar Andrea.
Selain
kunyit asam yang berguna untuk detoksifikasi tubuh, dan beras kencur
untuk menambah nafsu makan, Jamu Sundal juga memiliki varian lain, yakni
jamu penambah stamina serta jamu yang berfungsi untuk menjaga kesehatan
jantung.
Menurut Andrea, seluruh jamu yang dibuatnya berasal
dari bahan alami tanpa ada tambahan pengawet. Seluruh bahan
rempah-rempah dari pulau Jawa dimasak dengan metode tradisional,
menggunakan kuali tanah liat dan api dari kayu bakar, yang digodok
selama tiga hari.
"Kalau disimpan di kulkas bisa tahan tiga minggu, di suhu ruangan seminggu," jelas dia.
Industri
rumahan ini telah memproduksi pesanan jamu sebanyak 30-50 liter per
minggu yang didistribusikan di Jakarta, Semarang dan Surabaya. Karena
belum memiliki toko, Andrea menitipkan jamu-jamu yang tersedia dalam
tiga ukuran (250 ml, 500 ml dan 1 liter) ini ke berbagai restoran serta
melayani pemesanan via
online.
Selain jamu, Sundal juga
memproduksi sambal kemasan dengan rasa bervariasi, mulai dari sambal
jontor, sambal cajun, sambal kentang balado, sambal kecap, sambal petai,
sambal terasi, sambal tomat, sambal mangga, sambal dabu-dabu, sambal
matah, sambal lado, sambal roa, sambal teri dan sambal cibai.
Sambal kemasan yang berasal resepnya berasal dari menu sehari-hari di rumah Andrea itu juga tidak menggunakan bahan pengawet.
"Makanya, kami tidak
ready stock tapi
fresh custom by order," ujar dia.
Ke depannya, jamu dan sambal Sundal juga ingin dipasarkan ke swalayan-swalayan untuk menjangkau lebih banyak pembeli.
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2015