Jadi Destinasi Wisata, Kota Lama Semarang Terus Bersolek
Senin,2016-01-18,13:05:00
(Berita Dunesia)
SEMARANG – Kawasan Kota Lama
Semarang terus berbenah dan mempercantik diri sebagai destinasi wisata
baru. Sejak diluncurkan pada malam pergantian tahun, kawasan itu mulai
berdandan dan bersolek diri.
Pada Minggu (17/1/2016) pagi,
seluruh aktivis dan pegiat komunitas yang peduli pada Kota Lama ikut
membersihkan seluruh sudut kota tua tersebut. Ada puluhan orang yang
ikut membersihkan jalanan dari sampah yang berceceran.
Suasana
terasa semakin “gayeng” ketika seusai acara bersih-bersih diadakan
lesehan dan ngobrol bersama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bersama
Penjabat Wali Kota Semarang Tavip Suprianto. Di depan gedung tua De
Spiegel, mereka berkumpul.
Sejumlah komunitas pun menyampaikan
harapannya agar Kota Lama semakin dipercantik. Mereka sadar Kota Tua
tidak bisa dibiarkan begitu saja. Pemerintah diminta serius menata
kawasan kota lama, agar bisa bersaing dengan Kota Tua di daerah lain.
“Saya
ingin ada gerakan bersama untuk mengurus Kota Lama Semarang ini, bukan
hanya omongan saja, tapi kerja nyata semua pihak,” kata Ganjar, saat
ngobrol bareng komunitas, Minggu pagi.
Ngobrol secara santai
diikuti sejumlah komunitas. Mereka aktif menyampaikan keluhan dan
masukan agar Kota Lama diperindah. Persoalan yang kerap dikeluhkan
antara lain, tiadanya toilet, serta banyaknya kasus pencurian kayu di
bangunan tua.
Gedung-gedung tua yang mangkrak juga menjadi
perhatian. Dalam catatan pegiat Komunitas Sejarah Semarang (KPS)
setidaknya ada 19 gedung mangkrak yang pengelolaannya tidak jelas.
Selain itu, ada satu gedung bersejarah De Locomotief milik perorangan
dalam kondisi hancur. “Kalau bisa pemerintah mengambil alih
pengelolaannya, agar persoalan ini cepat selesai,” timpal anggota KPS,
Yunantyo Adi.
Kurang Promosi
Sejumlah
pegiat lain juga menginginkan agar promosi Kota Lama Semarang bisa lebih
semarak. Para duta wisata Jawa Tengah yang hadir juga berjanji akan
ikut mempromosikan Kota Lama sekaligus mengenalkan sejarah gedung tua
yang ada.
“Kami ingin agar Kota Lama ini dipromosikan secara
lebih, biar terkenal,” ujar pegiat dari komunitas Klitikan Kota Lama,
Surono, dalam kesempatan yang sama.
Demi menambah komolekan Kota
Lama, relawan dari Great juga mengaku siap menggambar secara kreatif
atau mural di dinding gedung tua. Mereka akan membantu agar kawasan itu
enak dilihat dan bernuansa kreatif.
Pegiat dari sketsa dan
arsitektur juga tidak mau kalah. Mereka akan membantu membuat buku Kota
Lama sebagai suvenir ketika ada wisatawan yang datang. Selain itu,
pegiat arsitek akan mengadakan festival international di Kota Lama
Semarang.
Gubernur Ganjar telah mencetuskan tahun 2016 dijadikan
sebagai tahun infrastruktur wisata. Khusus Kota Lama, masih akan
dirumuskan apakah berkonsep pengelolaan atau revitalisasi kota tua.
“Persoalan di Kota lama ini sangat kompleks. Makanya, ketika tahun baru di-launching agar kita bisa kerja terus menerus. Ini persoalan serius,” kata Ganjar.
| Penulis |
: Kontributor Semarang, Nazar Nurdin |
| Editor |
: I Made Asdhiana |