beritadunesia-logo

National Post



Soal Perbatasan, Dino Apresiasi Perjuangan Ayahnya

Senin,2014-02-24,12:15:59
Dino Patti Djalal
(Berita Dunesia) (IANNnews) Balikpapan - Sebanyak 11 orang peserta konvensi calon presiden Partai Demokrat membahas isu Sumber Daya Alam dan Perbatasan dalam acara debat di Hotel Novotel, Balikpapan hari Sabtu (22/2). Debat di Balikpapan merupakan debat ke enam dari rencana 11 kota yang akan dikunjungi sebelum putaran Pemilu Legislatif 2014 April mendatang.

Debat berlangsung dalam dua sesi yakni Tim Garuda yang melakukan debat sesi pertama berlangsung Sabtu pagi (Anies Baswedan, Irman Gusman, Pramono Edhie Wibowo dan Dahlan Iskan) dan Sabtu siang menampilkan Tim Rajawali (Dino Patti Djalal, Endriartono Sutarto, Ali Masykur Musa,  Hayono Isman, Sinyo Harry Sarundajang dan Gita Wirjawan).

Saat ditanya mengenai isu perbatasan Indonesia dengan negara lain, Dino Patti Djalal memberikan apreasiasi khusus atas perjuangan ayahnya, Prof Dr. Hasjim Djalal yang juga dikenal sebagai seorang pakar hukum laut ternama,  

“Bicara mengenai masalah perbatasan, bagi saya ini (seperti) masalah pribadi,” papar Dino. Ia menambahkan bahwa ayahnya, Hasjim Djalal selama 30 tahun memperjuangkan luas wilayah Indonesia dalam berbagai perundingan di PBB. Menurut Dino, pada saat merdeka tahun 1945, wilayah Indonesia hanya dua juta kilometer persegi, tetapi saat ini luas wilayah Indonesia meningkat tiga kali lipat menjadi hampir enam juta km persegi.

Sebelumnya dalam beberapa kesempatan Dino mengakui bahwa ayahnya menjadi salah satu ilham dalam hidupnya dan perjuangan ayahnya telah memotivasinya untuk maju menjadi Calon Presiden kovensi Partai Demokrat. Dino berterus terang bahwa ayahnya adalah salah satu mentor dalam hidupnya, selain para diplomat senior seperti Ali Alatas, Hassan Wirajuda, dan lain-lainnya.

Selanjutnya, menurut mantan Duta Besar termuda Indonesia untuk AS itu, untuk mengatasi masalah perbatasan yang diperlukan bukan pendekatan yuridis formal, namun lebih kepada pendekatan sosial ekonomi.

“Secara yuridis kita tidak ada masalah lagi mengenai perbatasan, namun jangan terlalu menggunakan paradigma keamanan saja, tapi harus diimbangi dengan paradigma ekonominya juga,” papar Dino yang mengusulkan agar kesejahteraan masyarakat Indonesia di perbatasan bisa terus ditingkatkan.

Sementara terkait isu penyelundupan narkoba dan kejahatan lainnya di perbatasan, Dino mengatakan, “Dulu kita punya yang disebut Panitia Koordinasi Wilayah Nasional  (Pankorwilnas), kalau saya menjadi Presiden saya akan hidupkan lagi Pankorwilnas untuk mengatasi berbagai isu keamanan dan menambah sistem logistik pengawasan keamanan di wilayah perbatasan,” tambah Dino.

Dino juga mengatakan bahwa dirinya mengusung konsep nasionalisme unggul dengan politik biaya rendah untuk memberikan contoh konkrit bahwa kampanye politik di Indonesia bisa dilakukan dengan biaya yang murah dan transparan. Dino adalah satu-satunya peserta konvensi Capres Partai Demokrat yang secara sukarela melaporkan rekening kampanyenya untuk diawasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan juga melaporkan penggunaan dana kampanyenya kepada publik melalui twitter.

Debat konvensi Partai Demokrat masih akan berlangsung di lima kota lagi, dengan jadwal debat mendatang akan berlangsung di kota Bogor pada tanggal 2 Maret 2014.

Berita Terkait
WIAPEDIA
Fitrafood
REAFO
GFS