Jalur akses menuju danau inipun bisa dibilang lumayan bagus, dari pusat pasar Sipirok kita bisa menaiki angkutan umum dan turun disimpang bunga bondar (Rp 5000/@) tetapi dari simpang bunga bondar menuju kedalam tidak ada lagi angkutan umum terpaksa harus berjalan kaki lumayan mendaki selama -+2,5 jam (9 Km) atau bawa kendaraan pribadi juga bisa. Dalam perjalanan kita akan menjumpai kawasan Pesanteren Terpadu al-Aqsa.
Pada saat saya melihat pesanteren ini saya kamum dengan keberadaannya yang jauh ke pedalaman namun memiliki bangunan-bangunan yang indah sekali. Setelah melewati pesanteren -+15 menit perjalanan (jalan kaki) kita akan menemui simpang ke sebelah kanan (simpang menuju danau), kemudian memasuki simpang dan berjalan -+ 30 menit akan terlihat danau marsabut. suasana di danau ini dingin sekali jadi cocok untuk minum kopi hangat di pinggiran danau (saya membawa kompor paravin) dan makan indomie tetapi jangan lupa sampahnya di bawa kembali pulang ke "tong sampah".
Setelah pulang dari danau kuputuskan untuk salat dzuhur di pesanteren al-aqsa ini ternyata arsitektur masjidnya juga tidak kalah bagus dengan di kota-kota, dengan air yang dingin menyegarkan wajahku dan sambil membersihkan diri (para santri heran dengan kedatangan ku, mungkin karena jarang orang lain yang datang untuk salat di pesanteren ini) dan setelah itu aku langsung pulang berjalan kaki menuruni jalan aspal yang semalam ku lewati. (masyarakat setempat tidak percaya kalau akau menginap semalaman dalam perjalanan menuju danau).