beritadunesia-logo

Gua Tabuhan

Menurut cerita masyarakat sekitar, gua Tabuhan yang ditemukan oleh Kyai Santiko yang kehilangan lembu dimana lembu tersebut masuk ke gua. Lembu itu tidak ingin keluar dari gua, karena menyimpan banyak airyang berasal dari akar. Setelah belukar dibersihkan, perawatan gua diambil oleh Raden Bagus Joko Lelono dan puteri Raden Ayu Mardilah.

Gua ini disebut Tabuhan karena suara musik lokal seperti bermain asalnya dengan memukul stalaktit yang menghasilkan suara musik. Gua itu sangat spektakuler, dengan stalakmit mencapai setinggi 50 meter yang dibentuk oleh titisan air dari atap gua.

Disebut sebagai gua Tabuhan karena jika dipukul akan menghasilkan suara seperti irama musik Jawa (gamelan). Gua ini terletak di desa Wareng, Punung kabupaten sekitar 40 km dari kota Pacitan ke arah barat. Fasilitas seperti mushola dan toko suvenir.

http://www.eastjava.com/