beritadunesia-logo

Nasi Sumsum

Jika berkunjung ke Serang, Banten, jangan lupa mencicipi nasi sumsum. Nasi bercampur sumsum tulang kerbau ini merupakan makanan khas Banten. Nasi sumsum dimasak dengan cara dibakar sehingga menghasilkan aroma serta cita rasa istimewa yang dapat membangkitkan selera makan. Meski tergolong makanan langka, nasi sumsum masih dijual di beberapa rumah makan di Serang. Satu bungkus nasi sumsum ukurannya hampir tiga kali ukuran otak-otak, tapi lebih kecil daripada lontong yang dibawa penjual lontong tahu.

Proses menyajikan nasi sumsum cukup sederhana. Bungkus nasi dihangatkan selama beberapa saat. Sebelumnya nasi sudah dipanggang bersama bungkusnya seperti tampak dari warna hitam pada sebagian bungkus yang hangus karena terlalap api. Setelah itu, bungkusan dibuka dan daun pisang yang tadi membungkus nasi dijadikan alas piring. Aroma nasi sumsum yang khas pun langsung keluar. Kemudian tambhakan beberapa potong irisan tomat dan mentimun. Sepotong jeruk purut yang sudah dibelah juga ditaruh di sana.

Bentuk nasi dari teksturnya lebih empuk dan lebih kenyal. Butirannya tidak gandeng seperti ketupat atau lontong, tapi mirip nasi goreng yang terpisah. Bedanya, rasa nasi sumsum merata di semua bagiannya. Nyaris tak ada satu butir pun yang tak terkena bumbu seperti yang sering kita dapati kalau menyantap nasi goreng. Agar nasi sumsum empuk dan kenyal, sebelumnya baik nasi maupun sumsum masing-masing dikukus terlebih dahulu. Baru kemudian keduanya dicampur dan diaduk hingga merata. Setelah itu, campuran nasi dan sumsum ini, dibungkus dengan daun pisang, tak lupa diselipi satu potongan batang sereh di tiap bungkusnya. Daun sereh memberikan aroma wangi pada nasi sumsum-nya.

http://srinanangsetiyono.wordpress.com/