beritadunesia-logo

Pengobatan Tradisional Suku Petalangan

Merupakan Tradisi Masyarakat Suku Petalangan (Kabupaten Palalawan) untuk mengobati penyakit, yaitu dengan memanggil makhluk halus agar masuk ke tubuh manusia sebagai perantara/ media untuk mengetahui penyebab penyakit dan obat untuk menyembuhkan penyakit tersebut.

Ritual ini melibatkan seorang Bomo yang disebut dengan Kemantan, seorang bidu yang disebut dengan pebayu dan seorang penabuh gendang Belian. Sebelum ritual pengobatan dilakukan terlebih dahulu mempersiapkan bahan-bahan yang diperlukan yaitu membuat balai-balai berbentuk rumah-rumahan, perahu layar dan lainnya yang terbuat dari pelepas batang asam paya (Asam Gelubi), dan membuat janur dari daun Kopau serta perlengkapan ritual lainnya.

Pada awalnya Sang Bomo duduk bersila dan berselubung dengan kain panjang, ditangannya tergemgan mayang pinang, bertih serta gelang yang mengeluarkan suara bergemerincing yang terdapat dilengan tangan dan kakinya.

Pada saat gendang ditabuh, kemantan memulai ritual dengan menabur bertih dan pembancaan mantera-mantera yang didendangkan. Setelah makhluk halus yang dipanggil masuk ketubuh kemantan, iapun mulai berdiri dan menari sambil melambai-lambaikan mayang dan alat bunyi gemerincing di tangannya.

Sedangkan Pebayu bertugas menyiramkan bertih ke tubuh kemantan dan sebagai penterjemah komunikasi antara kemantan dengan si sakit Biasanya Pengobatan dilakukan setelah makhluk halus yang berada ditubuh kemantan selesai menari dan berdendang.

Ritual pengobatan belian ini dilakukan pada malam hari, yang terdiri dari Ritual Belian Biasa dan Belian Besar. Ritual Belian Biasa untuk mengobati masyarakat yang mengalami sakit, sedangkan Ritual Belian Besar dilaksanakan untuk mengobati salah satu kemantan yang sakit dengan membuat balai-balai sesuai dengan petunjuk yang diterima oleh kemantan yang dituakan pada ritual tersebut.

Sumber :  www.pelalawankab.go.id