Museum Sonyine Malige Terletak di Ternate , Maluku Utara. Museum yang dibangun di atas lahan seluas 800 meter persegi dengan luas bangunan sekitar 300 meter persegi ini menyimpan beragam koleksi yang merupakan peninggalan Kesultanan Tidore dan Ternate.
Tidore adalah pulau penghasil rempah-rempah terkenal di dunia, yakni cengkeh dan pala. Pada masa sekitar abad ke-16 M, bersama empat kerajaan lainnya di kawasan Maluku Utara, yaitu Ternate, Bacan, dan Jailolo, Tidore
Museum Sonyine Malige merupakan satu-satunya museum yang memamerkan peninggalan-peninggalan sejarah Kesultanan Tidore. Museum ini dibangun di atas lahan seluas 800 meter persegi, dengan luas bangunan sekitar 300 meter persegi. Bagian utama bangunan ini digunakan sebagai ruang pameran tetap koleksi-koleksi museum, sementara bagian lainnya untuk ruang pemeliharaan dan toilet.
Koleksi-koleksi yang bisa dijumpai di museum ini antara lain singgasana kesultanan, tempolong tempat ludah sultan (ketur), pakaian adat kesultanan, cap kesultanan, alat-alat perang, kerajinan khas Tidore, peralatan gerabah, rumah adat, peralatan pandai besi, serta peralatan berburu.
Mahkota Berambut Kesultanan Ternate disimpan di kamar Puji yang disakralkan oleh penghuni keraton. Tidak sembarang orang bisa masuk ke kamar tersebut. Bahkan, Sultan dan sang Permaisuri hanya sesekali salat di kamar tersebut. Biasanya, saat Sultan dan Permaisuri memiliki permohonan khusus baru bisa melaksanakan salat di kamar Puji.
Dalam bangunan megah berwarna kuning ini tersimpan benda-benda bersejarah. Satu di antaranya adalah Mahkota Berambut Kesultanan Ternate. Dipercaya, rambut yang melekat pada bagian atas mahkota tumbuh setiap tahun. Berdasarkan kepercayaan adat Kesultanan Ternate, setiap malam Idul Adha dilakukan upacara potong rambut. Upacara adat dilaksanakan selama tujuh hari.