Bangunan vihara berada di tengah-tengah atau titik sentral Kota Bogor tepatnya di Pasar Bogor, mudah dicapai oleh kendaraan umum maupun kendaraan pribadi roda 2 ataupun kendaraan roda 4 dari pusat kota. Batas-batas vihara, di sebelah timur dan selatannya terletak bangunan supermarket Bogor Plaza, di sebelah barat Jalan Surya Kencana dan Jalan Otto Iskandardinata dan di utara dengan Kebun Raya Bogor.
Vihara Mahacetya Dhanagun yang dikenal juga dengan nama Hok Tek Bio terletak di Jalan Surya Kencana No.1, Kelurahan Babakan Pasar. Kecamatan Bogor Timur.
Meskipun saat ini Hok Tek Bio merupakan suatu vihara namun di dalamnya tetap diizinkan praktek-praktek kepercayaan masyarakat Cina, seperti Konfusianisme, dan Taoisme. Konfusionisme telah mendominasi setiap aspek pola pikir dan membentuk kehidupan keluarga Cina. Taoisme yang berdasarkan pada ajaran Lao Tze mengajak masyarakat kembali ke alam untuk menyatu dengan Tao guna mencapai kebahagian abadi. Sementara ajaran Buddhisme yang berasal dari India membawa ke formal religi seperti pendeta, panteon-panteon, surga dan neraka. Berkembangnya agama Buddha dan kepercayaan masyarakat Cina menyebabkan di dalam vihara tersebut terdapat ruangan penghormatan para dewa/tokoh suci Budhis, Konfusius, dan Taois.
Vihara didirikan sekitar tahun 1672 M, berdasarkan penanggalan pada sistem kalender menurut perhitungan Tien Gan Di Cze cabang langit ranting bumi yang disebut sebagai tahun Jen Cze (tahun tikus air) yang hitungannya berarti 325 tahun yang lalu dari sekarang (tahun 2007). Sedang jika berdasarkan peristiwa terjadinya perpindahan orang-orang Cina di Batavia ke daerah yang dianggap aman akibat pemberontakan orang-orang Cina di Batavia pada tahun 1740 M, maka diperkirakan kelenteng ini dibangun pada awal abad 18 M.
Sebelumnya bangunan vihara berukuran 80 m, kemudian diperluas sehingga mencapai bentuknya yang sekarang dengan luas bangunan 635,50 m2, dan luas areal 1.241,25 m². Bangunan terdiri dari beberapa bagian yaitu halaman, bangunan utama, dan bangunan tambahan. Bangunan vihara tepatnya pada bagian atap bubungan dihias dua ekor naga yang saling berhadapan, masing-masing menghadap ke cu (mustika) yang ada di tengah-tengah bubungan. Di kedua ujung bubungan terdapat hiasan berbentuk ikan dan sulur-suluran dengan motif teratai. Ditemukan sisa-sisa bangunan gazebo (paseban) yang sekarang tinggal fondasi dengan beberapa anak tangga, dua bangunan tempat pembakaran kertas, dan sepasang patung singa terbuat dari batu.
Bangunan utama dibagi dalam 3 bagian, yaitu: teras, ruang tengah, dan ruang suci utama. Ruang tengah merupakan bangunan tempat meletakan altar bagi Thian, di depannya terdapat meja kayu untuk meletakan hialo. Di tengah ruangan ini terdapat ruang terbuka atau impluvium berukuran 21 m2 dengan lantai lebih rendah 10 cm dari lantai sekitarnya. Juga terdapat tempat penjualan peralatan upacara seperti hialo, lilin,dan lain-lain. Ruang suci utama letaknya lebih tinggi dari ruang tengah dan memiliki 3 altar dari kayu dengan patung-patung di atasnya. Di depan setiap altar terdapat meja kayu dengan hialo, tempat lilin, dan sesajian. Pada bagian belakang bangunan utama ini terdapat bangunan yang berfungsi sebagai ruang makan rohaniwan, ruang dapur dan toilet.
Sumber : http://www.disparbud.jabarprov.go.id