Buang Jong dapat juga berarti membuang atau melepaskan perahu kecil yang disebut Jong. Jong ini di dalamnya berisi sesajian dan ancak atau replika kerangka rumah-rumahan yang melambangkan tempat tinggal. Tradisi Buang Jong biasanya dilakukan menjelang musim angin barat yakni antara bulan Agustus sampai bulan November. Pada bulan-bulan tersebut, gerakan angin dan ombak laut sangat ganas dan mengerikan.
Gejala alam ini merupakan pengingat bagi masyarakat suku Sawang bahwa sudah waktunya untuk mengadakan persembahan kepada penguasa laut melalui upacara Buang Jong. Upacara ini bertujuan untuk memohon perlindungan agar terhindar dari bencana yang mungkin dapat menimpa mereka selama mengarungi lautan untuk menangkap ikan.