beritadunesia-logo

Perbedaan Kawasan Grogol Setelah Hujan Kini dengan Dua Tahun Lalu

Kamis,2016-02-18,10:33:48
perbedaan-kawasan-grogol-setelah-hujan-kini-dengan-dua-tahun-lalu | Berita Positive
Kondisi ruas Jalan Letjen S. Parman pada Rabu (17/2/2016)
(Berita Dunesia)
JAKARTA — Kawasan Grogol, Jakarta Barat, khususnya di sekitar kampus Trisakti, tidak lagi sama seperti dua tahun lalu. Kini, tidak tampak genangan air di kawasan tersebut setelah hujan deras mengguyur Jakarta pada Rabu (17/2/2016) pagi.

Arus lalu lintas di kawasan tersebut pada Rabu pagi pun terlihat lancar dan tidak terganggu karena genangan.

Kondisi ini berbeda dengan kondisi kawasan tersebut pada 2014. Kompas.com sempat mengabadikan gambar kawasan itu pada Januari dan Februari 2014. Tampak genangan air menutupi ruas jalan setelah hujan.

@merlynrinaldo Banjir di depan Universitas Trisakti, Grogol


Alsadad Rudi Banjir yang menggenangi ruas Jalan S. Parman, tepatnya di depan Universitas Tarumanagara, Jakarta Barat, Selasa (4/2/2014)

Seorang mahasiswa Trisakti, Malvin, menyampaikan bahwa genangan air juga masih terlihat di kawasan Grogol pada 2015. Ketika itu, kata Malvin, jalan di sekitar kampusnya sempat terendam air.

"Bahkan, pihak kampus sampai meliburkan perkuliahan," kata dia di depan kampus Trisakti, Jalan Letjen S Parman, Grogol, Jakarta Barat, Rabu.

Pihak Trisakti ketika itu sempat meliburkan mahasiswanya karena kampusnya digenangi air. Akses menuju Grogol pun seolah terputus karena genangan air menutupi jalan. 

Namun, menurut Malvin, kini kawasan tersebut tidak lagi digenangi air. Saluran air dan kali di wilayah tersebut sering dibersihkan dari sampah oleh petugas kebersihan. 

"Sering lihat petugas bersihin sampah di kali dan got. Jadi air jalannya lancar, enggak sampai meluap ke jalan," ucapnya. 

Hal itu juga dibenarkan Thoib, pengusaha warung makan yang berada di Jalan Kyai Tapa, Petamburan, Jakarta Barat. 

Walaupun akhir-akhir ini sering dilanda hujan, menurut dia, tidak ada genangan di ruas jalan tersebut.

Sementara itu, tahun sebelumnya, warung makan Thoib sempat dimasuki air. 

"Tahun kemarin sih warung saya sampai masuk air semata kaki. Tahun ini sih enggak. Di jalanan juga kalau hujan paling becek aja," ujarnya.

Menurut dia, banjir tahun lalu disebabkan saluran air yang tidak berjalan lancar. Banyak tumpukan sampah di dalamnya.

"Gotnya mampet, jadi air luber keluar. Buktinya sekarang setelah dibersihin terus jadi enggak banjir lagi," katanya.

Saipul (38), salah seorang sopir bajaj yang beroperasi di kawasan tersebut, menyatakan masih ada genangan air setelah kawasan tersebut diguyur hujan belakangan ini.  

Namun, menurut dia, genangan tersebut mengendap hanya di jalan yang berlubang. 

"Paling jalan yang berlubang, Mas. Airnya jadi enggak jalan kayak yang di depan Terminal Grogol itu," ucapnya.
 
 
 
Editor : Icha Rastika
Berita Terkait
DUNIPEDIA - Berita Dunesia
Fitrafood
REAFO