beritadunesia-logo

Jakarta Times



Bawaslu Periksa Wiranto Terkait Dugaan Pelanggaran Pemilu

Selasa,2014-06-24,13:59:04
Ketua Umum Partai Hanura Wiranto
(Berita Dunesia) Jakarta - Ketua Umum Partai Hanura Wiranto akhirnya memenuhi panggilan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terkait dirinya dilaporkan atas bocornya surat DKP yang isinya menyudutukan calon presiden Prabowo Subianto.

Wiranto yang ditemani sejumlah kolega tiba sekitar pukul 12.50 WIB. Pria berbaju batik lengan panjang bewarna hitam itu enggan berkomentar saat dimintai keterangan. Dia memilih langsung masuk ke dalam lift Bawaslu.

Hingga saat ini, Wiranto masih menunggu di ruang tunggu tamu di lantai 2 Bawaslu, untuk nantinya dimintai keterangan oleh anggota Bawaslu.

Ketua Bawaslu RI Muhammad mengatakan mereka masih akan mengumpulkan data dan dokumen dari sejumlah pihak terkait laporan dari Tim Sukses Prabowo-Hatta terhadap Wiranto.

"Saat ini masih kami lengkapi data dari pelapor, terlapor maupun saksi-saksi setelah itu barulah kami bisa mengeluarkan rekomendasi," kata Ketua Bawaslu RI, Muhammad di Jogja, Selasa 24 Juni 2014.

Menurut Muhammad, dari hasil rekomendasi itu barulah akan dilihat bagaimana pelanggaran tersebut, apakah masuk kasus pidana pemilu atau pelanggaran lainnya.

"Nanti akan ada kajian dan paling lama 5 hari dari laporan yang masuk," kata dia.

Sementara itu, sejak awal kampanye Bawaslu telah menerima sebanyak 35 laporan dari masing-masing pasangan. "Dari dua pasangan itu saling melaporkan, ada laporan dugaan kampanye hitam, keberpihakan birokasi dan lainnya," kata Muhammad.

Bawaslu akan melakukan kajian lebih mendalam dari semua laporan yang masuk dan segera menindak jika ditemukan pelanggaran.

Kasus penculikan

Seperti diketahui, Badan Pengawas Pemilu melayangkan surat panggilan kepada mantan Panglima ABRI Jenderal (Purn) Wiranto, Senin 23 Juni 2014. Wiranto dipanggil terkait dengan dugaan pelanggaran Pemilu.

"Kami berharap beliau datang hari ini. Karena kami juga punya waktu singkat," kata anggota Bawaslu Nelson Simanjuntak.

Nelson mengatakan, kehadiran Ketua Umum Partai Hanura itu penting agar laporan yang masuk ke lembaganya tidak berlarut-larut. Apabila panggilan pertama tidak dipenuhi, Bawaslu akan mengirimkan panggilan berikutnya.

"Tapi Bawaslu tidak punya kekuatan memaksa," ujarnya.

Nelson menambahkan, setiap warga negara Indonesia memiliki tanggung jawab moral. Oleh karena itu, lanjut dia, akan lebih baik jika memberi klarifikasi atas laporan terhadapnya.

Laporan itu disampaikan Tim advokasi calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, Habiburokhman, melaporkan Wiranto ke Bawaslu. Wiranto dilaporkan setelah membuat pernyataan bahwa kasus penculikan pada Mei 1998 merupakan inisiatif Prabowo.

Habiburokhman menilai, pernyataan Wiranto itu sudah masuk dalam kategori kampanye hitam dan fitnah yang keji. Menurutnya, Prabowo tidak terlibat sama sekali dalam kasus penculikan.
Berita Terkait
WIAPEDIA
Fitrafood
REAFO
GFS