beritadunesia-logo

Business Headline



Menperin: Newmont Harus Sabar, Kalau Tidak Mau Rugi

Jumat,2014-07-04,13:57:57
Menteri Perindustrian MS. Hidayat (kedua kanan) melihat mobil yang dipamerkan IIMS
(Berita Dunesia) Jakarta - Menteri Perindustrian, MS Hidayat, menegaskan PT Newmont Nusa Tenggara harus bersabar menunggu proses renegosiasi dengan PT Freeport Indonesia selesai.

Menurut Hidayat, langkah Newmont yang membawa masalah penundaan izin ekspor ke pengadilan arbitrase internasional bukan cara yang terbaik.

MS Hidayat mengatakan, kondisi itu sebagai konsekuensi yang harus ditanggung Newmont, karena menumpang bangun smelter ke Freeport. "Jadi, dia (Newmont) mestinya nunggu, kalo dia tidak sabar, ya risiko dia," ujar Hidayat di Gedung BI, Jumat 4 Juli 2014.

Dia mengatakan, pemerintah masih membuka proses negosiasi dan itikad baik mengenai masalah ini. Dia berharap, permasalahan itu dapat menemukan jalan terbaik bagi kedua pihak. "Ya diselesaikan," tambahnya.

Dalam kesempatan berbeda, Menteri Keuangan, M. Chatib Basri, menegaskan, total ekspor mineral keseluruhan, termasuk dua perusahaan itu hanya 5,3 persen dari total ekspor. Karena itu, imbuhnya, tanpa ekspor yang dilakukan kedua perusahaan itu, neraca perdagangan Indonesia masih bisa surplus.

"Jangan khawatir, kita masih bisa surplus tanpa mereka (Freeport dan Newmont) ekspor," ujarnya.

Chatib enggan berbicara banyak mengenai masalah ini. Tapi, menurut dia, membawa masalah ini ke pengadilan arbitrase bukan solusi yang terbaik.

"Saya kalau masalah hukum tidak mau komentar karena bisa digunakan di pengadilan," tegasnya.
Berita Terkait
WIAPEDIA
Fitrafood
REAFO
GFS