beritadunesia-logo

Business Headline



BPS: Inflasi Juni 0,43 Persen

Selasa,2014-07-01,13:09:45
Kegiatan di pasar tradisional.
(Berita Dunesia) Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Juni sebesar 0,43 persen. Bahan makanan, khususnya daging dan telur ayam menjadi pendorong terbesar inflasi di awal bulan Ramadan tersebut.

Kepala BPS, Suryamin, di kantornya, Selasa 1 Juli 2014 memaparkan, inflasi tahun kalender hingga Juni mencapai 1,99 persen. Sementara itu, inflasi tahunan atau year on year mencapai 6,7 persen, komponen inflasi inti pada Juni sebesar 0,25 persen dan tahunan mencapai 4,81 persen.

"Catatan kami, inflasi ini lebih rendah dalam 4 tahun belakangan. Ini menunjukkan pengendalian harga cukup baik menjelang Ramadan," ungkapnya.

Suryamin mengatakan, selain bahan makanan yang menyumbang inflasi 0,19 persen, sektor perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar mengontribusi 0,09 persen. Kondisi tersebut karena adanya penyesuaian tarif listrik yang sudah mulai diberlakukan Mei lalu.

"Penyumbang ketiga adalah makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,06 persen," ujarnya.

Sementara itu, komponen inti pada Juni 2014 mengalami inflasi 0,25 persen, komponen harga yang diatur pemerintah sebesar 0,45 persen, dan komponen bergejolak 1,06 persen.

"Komponen energi, andilnya hanya 0,04 persen dengan inflasi 0,41 persen di bawah inflasi umum," ungkapnya.

Selama Juni, dari 82 kota perhitungan inflasi, sebanyak 76 kota mengalami inflasi dan 6 kota deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Ternate sebesar 1,29 persen dan terendah di Tual 0,06 persen.

Sementara itu, deflasi tertinggi ada di Maumeri sebesar 0,72 persen dan terendah di kota Pemantang Siantar 0,09 persen.
Berita Terkait
WIAPEDIA
Fitrafood
REAFO
GFS